fbpx

Masa Depan Digitalisasi UKM di Indonesia

Di masa pandemi seperti sekarang, peluang usaha franchise pun tetap diminati dan masih mendatangkan keuntungan. Hal ini membuktikan bahwa bisnis waralaba menjadi salah satu peluang bisnis new normal yang menguntungkan.

Sayangnya, tak semua pelaku bisnis franchise di Indonesia dapat bertahan di era new normal ini. Beberapa di antara mereka harus menghentikan usaha karena pembatasan aktivitas yang diterapkan oleh pemerintah. Padahal, di tahun 2019 lalu, jumlah bisnis waralaba mengalami peningkatan yang sangat signifikan. 

Data dari Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) menyebutkan, ada lebih dari 2.000 gerai waralaba yang beroperasi di Indonesia, dan 65 persen di antaranya adalah brand lokal atau produk domestik. Jika dikalkulasikan, bisnis franchise mengalami pertumbuhan 10% di tahun 2019, lebih banyak dari tahun 2018 yang hanya 6 persen.

Sebagian besar pelaku peluang usaha franchise di Indonesia berfokus pada penjualan produk makanan dan minuman.  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut nilai investasi produk makanan dan minuman termasuk produk franchise pada tahun lalu mencapai Rp. 21.26 triliun. Data ini menunjukkan betapa bisnis waralaba memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Menghadapi Era "New Normal"

Di masa pandemi seperti sekarang ini, ada beberapa cara yang masih bisa Anda lakukan untuk menjalankan bisnis waralaba.

Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) seperti yang dikutip dari Kompas.com mengatakan, pelaku bisnis franchise perlu menerapkan model bisnis yang berkelanjutan untuk bertahan di era new normal.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menargetkan konsumen domestik. Terlebih bagi bisnis waralaba di bidang makanan dan minuman, konsumen lokal bisa menjadi penyelamat mereka di masa pandemi seperti sekarang. Dengan catatan, pelaku bisnis franchise juga harus menerapkan berbagai strategi sebagai berikut:

1. Mengatur Pengeluaran Secara Bijak

Poin pertama ini tentu menjadi hal penting yang harus dilakukan. Di masa pandemi ini, Anda tentu harus lebih bijaksana dalam mengatur pengeluaran. Tak hanya untuk pembelian bahan baku, namun juga untuk pengembangan usaha. Pilihlah cara promosi yang efektif yang berpotensi mendatangkan banyak konsumen potensial dengan modal yang seminimal mungkin.

2. Terapkan Protokol Kesehatan

Mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pelanggan dengan prosedur kesehatan menjadi kewajiban yang harus Anda terapkan. Maka dari itu, rancanglah standar operational procedure (SOP) yang sesuai protokol kesehatan di setiap cabang waralaba mitra bisnis Anda. Yang paling mudah adalah menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer kepada pelanggan.

Protokol kesehatan juga berlaku pada SDM yang menjalankan bisnis waralaba Anda. Bekali setiap SDM dengan masker, face shield dan sarung tangan. Hal ini mengingat mereka menjadi garda terdepan yang berhubungan langsung dengan konsumen. Jika memungkinkan berikanlah SDM Anda vitamin yang dapat memperkuat imunitas tubuh mereka.

Rencana Strategi Yang Efektif

Mengutamakan strategi yang efektif terutama dalam bidang pemasaran menjadi hal penting yang harus Anda perhatikan. Saat ini Anda dapat menemukan berbagai ide bisnis new normal di internet, lihatlah apa yang mereka lakukan untuk mempromosikan bisnis?

Salah satunya adalah dengan mengubah haluan bisnis Anda ke ranah digital alias bisnis online. Selain lebih efektif, melakukan promosi menggunakan berbagai platform online tentu lebih murah dan bisa dijalankan dari mana saja dan kapan saja. 

Anda bisa mulai menggunakan platform e-commerce untuk memasarkan produk atau mencari peluang bisnis waralaba terbaik. Kenapa harus e-commerce, mari kita lihat data berikut:

Jumlah Pengguna internet di Indonesia

Memanfaatkan platform e-commerce menjadi salah satu cara terbaik untuk berjualan di era digital seperti sekarang. Mengingat pengguna internet di Indonesia yang semakin meningkat setiap tahunnya. Menurut data dari We Are Social, di tahun 2020 ini pengguna internet di Indonesia bakal meningkat sebanyak 17 persen dari tahun 2019 lalu.

Tahun ini, pengguna internet di Indonesia mencapai 175,4 juta orang, yang jika dikalkulasikan sama dengan 64 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang sebanyak 272,1 jiwa. Data itu juga menyebut demografi pengguna internet di Indonesia didominasi usia 16 sampai 64 tahun.

Dari data ini, Anda tentu sudah memperkirakan betapa besar pasar bisnis online di Indonesia. Produk yang lebih mudah ditemukan di pencarian online tentu memiliki peluang lebih besar ditemukan oleh konsumen potensial. Berikut merupakan beberapa faktor kenapa pengguna internet di Indonesia gemar berbelanja online:

  • Mudah Menemukan Produk Yang Diinginkan.
  • Mudah Membandingkan Kualitas dan Harga Produk.
  • Mencari Referensi Produk Secara Mendalam.
  • Melacak Keberadaan dan Reputasi Produk.
  • Lebih Cepat Mendapatkan Produk 

 

Pengembangan E-Commerce di Indonesia

Selain mencari produk di mesin telusur Google dan media sosial, pengguna internet juga cenderung mengunjungi situs e-commerce. Data dari Global Web Index menyebutkan, tingkat adopsi e-commerce di Indonesia pada tahun 2019 adalah yang tertinggi di dunia.

Data tersebut memperlihatkan 90 persen dari pengguna internet di Indonesia pernah melakukan pembelian atau mengunjungi situs berbasis e-commerce. Menggunakan platform e-commerce bisa menjadi peluang bisnis new normal yang bisa diterapkan pelaku franchise di Indonesia.

Berikut adalah alasan kenapa Anda harus menggunakan e-commerce untuk memasarkan bisnis Anda:

  •  Konsumen Cenderung Melakukan Riset Sebelum Membeli 

Saat ini, 80 persen konsumen tentu akan melakukan riset terhadap sebuah produk sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian. Salah satu cara meriset produk yang paling mudah dilakukan adalah melalui penelusuran online. Platform e-commerce menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi konsumen dalam mencari referensi produk. Ini lah mengapa produk yang dipasarkan di platform e-commerce cenderung lebih cepat laku. 

  • Konsumen Enggan Melakukan Kontak Fisik

Di masa pandemi seperti sekarang, konsumen tentu akan memilih produk yang bisa diantarkan langsung ke rumah. Mengunjungi toko dan bersentuhan secara fisik mungkin akan lebih dihindari beberapa waktu ke depan. Maka dari itu, Anda harus memasarkan produk yang bisa diakses tanpa harus melakukan kontak fisik.

  • Konsumen Melakukan Aktivitas Secara Online

Tak hanya meriset produk dan menemukan peluang usaha, sebagian besar pengguna internet tentu akan melakukan aktivitas secara online. Entah itu membuka medsos atau menelusuri website menarik dan membaca ulasan di blog. Dari begitu banyak pengguna internet, beberapa di antaranya mungkin akan menjadi calon mitra potensial Anda.

  • Konsumen Merasa Lebih Aman 

Dengan kemajuan digital, e-commerce juga memberi kepercayaan kepada konsumen untuk dapat bertransaksi dengan aman tanpa harus bertemu dan kontak langsung dengan penjual hal tersebut dikarenakan e-commerce tersebut  memiliki badan hukum yang jelas. 

  • Mempersingkat waktu 

Dengan adanya e-commerce membuka usaha menjadi lebih mudah dikarenakan efisiensi waktu antara penjual maupun pembeli. Selain itu juga dengan adanya e-commerce waktu yang diberikan akan lebih fleksibel dibandingkan bertemu secara langsung.